Lam Jalalah

 

Hukum Bacaan Lam Jalalah dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid



Huruf lam dalam Alquran bisa dibaca sukun atau berharakat. Mengutip buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid oleh Dr. Marzuki, lam sukun bisa bertemu dengan huruf setelahnya dan dibaca idgham atau izhar. Sedangkan lam berharakat bisa dibaca tarqiq atau tafkhim, bergantung pada huruf yang mendahuluinya.
Hukum bacaan lam berharakat dinamakan lam jalalah. Sesuai dengan namanya, hukum bacaan ini hanya terdapat pada lafaz jalalah atau lafaz dengan nama Allah, seperti شَهِدَ اللهُ dan لاَإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ .
Lam jalalah dibagi menjadi dua jenis, yakni tafkhim (tebal) dan tarqiq (tipis). Berikut penjelasan lengkapnya yang bisa Anda simak.

Hukum Bacaan Lam Jalalah

1. Tafkhim
Tafkhim secara bahasa artinya tebal. Sedangkan secara istilah, tafkhim adalah mengucapkan huruf tebal sampai memenuhi mulut ketika mengucapkannya.

Sesuai dengan artinya, bunyi lam tafkhim harus dibaca tebal. Suara yang keluar tidak seperti bunyi "a", melainkan menyerupai huruf "o". Lafaz jalalah dapat dibaca tafkhim jika didahului oleh huruf yang berharakat fathah atau dammah.
Contoh:
قُلْ هُوَاللهُ أَحَدٌ ,Dibaca qulhuqallohu ahad
شَهِدَ اللهُ, Dibaca Syahidalloh
يُؤْتِيَهمُ الله خَيْرًا Dibaca yu'tiyahumulloh khoiron
2. Tarqiq
Secara bahasa, tarqiq artinya tipis. Sedangkan secara istilah, tarqiq adalah mengucapkan huruf dengan ringan atau tipis sehingga tidak sampai memenuhi mulut ketika mengucapkannya.
Mengutip buku Alquran Hadist untuk Kelas VIII MTs oleh Muhaemin, bunyi lam tarqiq harus dibaca tipis, sehingga suara yang keluar seperti bunyi "a" bukan "o". Lam ini didahului oleh huruf yang berbaris kasrah.
Contoh:

فِىْ رَسُوْلِ اللهِ Dibaca, fii rasuulillah
فِىْ دِيْنِ اللهِ أَفْوَاجًا Dibaca, fii diinillahi afwaajaa
بِسْمِ اللهِ Dibaca, bismillahi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mad Thabi'i

Mad Badal

Idgham Mutamatsilain